Monday, February 10, 2014

bisa memeluk tapi tidak hatinya itu menyakitkan

kamu cukup diam saja biar aku yang menjelaskannya padamu..
kamu berlari saja biar aku yang mengejarmu..
kamu cukup bahagia saja dengannya, biar aku yang mengalah..
pada sebuah ingatan. aku pernah berharap menjadi sesuatu yang layak untuk dikenang..

aku ingin kamu, namun jika ternyata rasamu tak cukup kuat untuk membuat aku dan kamu menjadi kita, aku biasa apa?

aku membuka pintu bagi segala kenangan. juga memberikan tempat duduk ternyaman..
ketika air mata mulai berjatuhan dan sesal serta kecewa datang silih berganti maaf jika kamu yang kusalahkan..

aku punya begitu banyak mengapa?, dan mulai mengerti bahwa tak semua bisa bertemu dengan jawabannya..

bagaimana bila kita bertukar peran?

aku menjadi kamu, sementara kamu menjadi yang terlupakan dan tak pantas diperjuangkan..
kamulah yang sempat mengubah duniaku, lalu menjadi segalanya disana, kini bagaimana bisa aku menjadikanmu bukan apa-apa?

kita hanyalah ketidakmungkinan yang sudah kusadari sejak pertama kali dipertemukan..
jauh dibalik segala usaha terlihat kamu sama sekali tidak mengerti semuanya itu untuk siapa ..

kamu tidak akan mengerti, kalau kamu mengerti, kamu tidak akan menjauh..
ingin kembali waktu waktu manis bersamamu, lalu tinggal disana selamanya..
dulu kakimu dengan mudah menjangkau kediamanku, kini mungkin telingamu rasanya asing mendengar tentang duniaku..

tentangmu ialah serupa catatan usang yang dengan sengaja kupertahankan..

singkat cerita, pertemuan kita sudah menemui titik akhir, sedangkan cintaku tidak..
barangkali ialah tentang kamu, yang tak mudah dilupakan oleh ingatan si pelupa ini..
aku ingin menulis cerita bahagia yang tak ada kau didalamnya, tapi tak bisa..

semoga dengannya kamu bisa lebih dari sekedar baik-baik saja..